kali ini :')

aku menulis ini ketika air mataku tak mampu ku bendung lagi. Ketika ntah apa ini namanya rasanya cukup perih, seorang tokoh fiksi yang selalu memberi inspirasi, semangat, kesabaran mungkin lenyap 
tokoh fiksi yang selalu ku ekspresikan dalam tulisan imajinasi telah melepas genggam erat tangannya 
aku tak tahu mungkin dia mulai muak, bosan atau bisa jadi lelah :') 
kau mungkin lupa atau bahkan sudah kau format kenangan kita 
terimakasih pada tahun lalu pada secangkir kopi yang selalu temani malam menjemput fajar :') 
pada set alarm yang selalu tak ingkar untuk bangunkan kita di tengah malam 
pada cerita cerita pada nyayian konyol dalam diam sakuraku pada gelak tawa yang buat kita semakin dekat 
ingatkah tokek? Katamu tokek itu sepertimu cuma sebaliknya "tokek ada di dekatmu tapi dia hanya bisa melihatmu sedangkan aku jauh tapi kita ngobrol aku juga bisa bangunkan kamu kalo tertidur" 
jujur aku merindukanmu :') 
pada kenangan yang tak pernah hilang dalam ingatan 
tapi aku sadar akan kata terakhir "dalam sakuramu aku terluka" "aku harap selamanya kamu pergi" ntahlah mungkin suatu saat kita akan bertemu tapi aku yakin saat itu kita sudah tak mengenali satu sama lain :') 

untukmu, 

tokoh fiksiku :)

Komentar

Postingan Populer