Embun di setiap rintiknya

Aku tak pernah tau bagaimana rasa itu tumbuh. aku tak pernah tau bagaimana aku bisa memandangmu seperti itu. waktu tak pernah ingkar pada kenyataan. rasa itu tumbuh dan mekar begitu secepat ini. aku selalu berusaha menghindari, sesekali ku berontak tapi entah mengapa aku sering terjebak. aku tak tahu apakah ini hanya perasaan ku saja. mata indahmu itu menatap dalam tak pernah bohong meski kau mengerjapkannya. entah mengapa rasa itu tetap utuh bahkan berkembang lebih besar. meski pagi sering lupa munculkan sinar. bentuk tak pernah lupa hangantkan pagi. aku tak tahu bagaimana bisa aku terlalu mencintai hujan. terlalu menyukai rintik monoton. terlalu menghayati hipnotisnya, seperti hujan aku tak pernah tahu mengapa sering aku meneteskan air mata. 'mengapa kau masih diam?' 'kau lupa tadi malam tak hujan?' meski begitu kau masih tetap jadi embun di setiap rintiknya.


no one ever saw me like you do :)

Komentar

Postingan Populer