Yang Pergi 'tanpa pamit'
Hai, apa kabar? rasanya hampir setahun sudah aku tidak menyapamu.Meski, aku masih sering tanpa sengaja melihatmu di balik canda tawa mereka. aku masih sering tanpa sengaja tersenyum setelah punggungmu hilang di terka waktu.
kamu berubah ya?. Ah, aku lupa kamu sudah bukan milikku lagi. sekarang. kamu sudah menggenggam tangan yang lain. menyanyikan lagu dengan nuansa romantis ala anak kekinian dengan nya. atau mungkin kamu sedang menceritakan semua yang terjadi hari ini padanya. ah. sudah itu tidak penting lagi untukku.
hai kamu, pernah sekali rindu padaku? pertanyaan konyol mungkin. ya, kamu benar. aku pernah sesekali rindu padamu. kamu salah. aku tidak akan merusak hubunganmu. tak pernah terbesit sedikitpun niat jahat seperti itu. katakan pada kekasihmu, aku tidak seburuk yang dia fikirkan.
Maaf. katakan juga pada kekasihmu. maaf aku tidak bermaksud apa apa. jelaskan padanya aku sekalipun tak pernah mengujungimu lagi. aku juga tak pernah menggenggam tanganmu. bertukar senyum apalagi bertanya kabar padamu. katakan padanya kita tidak sekalipun bericara setelah perpisahan kala itu.
tak perlu khawatir, kita bukan siapa siapa lagi. ya lebih tepatnya kita sudah tidak mengenal satu sama lain. tulisan ini? ah, jangan berfikir senegatif itu, aku hanya ingin menjelaskan sesuatu yang tak lurus, aku hanya ingin menjalin hubungan baik pada kekasihmu.
tenang, aku tidak akan meracuni dia dengan tabiat burukmu itu, aku hanya ingin meyakinkan dia bahwa kamu memang pantas dengannya. banyak kemiripan yang kalian punya. ah, apalagi? Iri? aku tidak seperti orang kebanyakan. ah, sudut pandang orang memang berbeda beda, jadi biarlah apa kata mereka. toh, pada nyatanya tidak seburuk itu,
Terimakasih, untuk waktu yang sangat singkat saat itu. terimakasih untuk setiap cara yang berbeda untuk membahagiakanku.dulu. aku lupa bahwa aku belum sempat mengatakan 'selamat tinggal' yang sebenar benarnya.
untukmu . entah sedang apa
Komentar
Posting Komentar