SELAMAT ULANG TAHUN !

Kemarin malam, kota semarang di guyur hujan begitu lebat. jalan jalan malam mulai basah. Lalu, semua orang seakan ingin cepat tiba di rumah. setidaknya, aku bersyukur hujan malam itu jatuh di wajahku. menembus kenangan yang ingin di abaikan. Dulu, sewaktu masih berusia digit satu, hujan bukan teman main menyenangkan seperti yang anak lainnya katakan. Percayalah, hujan adalah musuh bebuyutan yang akan mendatangkan demam seharian, tapi tak apa "aku adalah anak yang kuat". Lalu, setelah aku berusia 15 tahun hujan juga membuat kenangan demam tinggi semalaman. saat itu, aku ingin membuktikan bahwa hujan adalah jiwaku, hujan adalah teman baikku.Tapi nyatanya, sore itu baru berlarian tidak lebih dari lima menit, tubuh ringkih itu menggigil ingin berhenti. Tidak asyik, batinku.

Lalu, saat perjalanan pulang dari toko kue dan masih hujan, seorang teman berkata "kak, kenapa gabeli besok aja? ulang tahunnya kan besok, terus ka diah mau ngirim foto gitu kesana?". sungguh, pertanyaan itu sama sekali tidak membuatku sedih. Aku sangat berterimakasih Allah telah begitu baik memberikan teman seperti mereka. Bertemu kalian adalah hal yang harus di syukuri. Aku percaya, ini bukan namanya "kuliah salah jurusan" atau "jurusan kepepet".  

Akan ku perkenalkan mereka tapi tidak sekarang mungkin nanti kalau aku ingin menulis lagi. Dalam gambar paling ujung kiri namanya Khuriatun Nabillah, bulan kemarin saat masih di semarang sempat lihat aku nangis sesegukan dalam kamar entah kenapa dia tiba tiba datang, nanya lalu memelukku. Orang di sebelah kanannya, Teti Nofita Sari. dia sering aku ajakin nyari diskonan terus sering beli eskrim bareng. terus sebelahnya Febriani Wulandari. paling sering bantu antar sana ini dan susah banget yang namanya makan, sebelahnya lagi, Miftahatul Solihati, ini partner ter-baper. 


SELAMAT ULANG TAHUN !

 Untuk ma best wonder mom, terimakasih telah menjadi Ibu terbaik sepanjang masa. tidak ada doa panjang umur lagi. Tidak apa apa. Semoga di terangkan serta di lapangkan kuburnya, dan terhindar dari siksa kubur. Sudah lamakan tidak bertemu, aku rasa ini sudah 7 tahun berlalu kan? mungkin di 7 tahun lalu. ibu masih terbaring sakit di rumah sakit. Ibu wanita kuat. dulu aku percaya bahwa hidup tidak sekejam ini. Lantas, kehilangan ibu adalah hal paling sulit dan sakit. tenang, aku tumbuh menjadi anak gadis yang kuat. aku tidak menangis lagi saat jatuh lalu lututku terluka. Ibu, Allah telah banyak mengirimkan orang orang baik padaku, semoga ibu tidak khawatir lagi tentang aku yang tak punya teman. sekarang, anak gadismu sudah hampir dewasa bu, Ibu terimakasih, sudah menjadi wanita begitu baik.kata kebanyakan orang aku mirip sekali dengan Ibu, pernah suatu ketiaka aku bertemu orang tua yang sudah renta, Beliau menangis memegang wajahku, dalam isaknya aku mendengar bahwa ibu hidup dalam diriku. Lantas, mereka mendoakan ibu kembali, serta aku. mereka berharap aku tumbuh menjadi seperti ibu. aku bahagia, bahwa memang hanya raga yang pergi dan jiwanya masih ada disini. di hati para pengingatnya. Ibu, suatu saat tulisan ini mungkin di baca seseorang di luar sana. aku tidak masalah mereka mau suka atau tidak, tapi percayalah, aku menulis ini agar aku tak lupa saat tua ataupun mulai sibuk nanti. Tulisan akan abadi, dia tidak mati meskipun penulisnya telah lama gugur. Terimakasih, karena dengan menulis ini seperti rindu ingin bertemu sedikit terbayarkan,


kedungmundu
Jumat
05 mei 2017, 21.00

Komentar

Postingan Populer