Andai kau tau :)


Untuk kamu yang selalu jadi moodboosterku :* muhammad bilal rialva yang selalu nyebelin, suka maksa, tapi selalu mempunyai cara tersendiri membuatku nyaman <3

Aku tau kau tak akan pernah baca tulisan ini, karena amarah yang memuncak di benakmu, karena kekecewaanmu padaku, aku tau kau tak akan mencari cari dalam diam semua tentangku seperti di masa lalu. Aku juga tau saat ini kau sedang coba bunuh sepi dalam bayangan tentangku.

Andai kau tau dan mengerti saat itu waktu terasa begitu cepat sekali bergulir bersamamu, seperti malam indah saat luang kau sisihkan untukku, tanpa lelah juga lelap hingga fajar datang menjemput kita lagi. Saat rasa rindu dalam senyum dan tawamu yang coba hapus aku dalam amarahmu.

Andai kau tau aku telah mempersiapkan mimpi  indah untuk masa depan kita , yang coba ku bangun lalu runtuh dan ku coba lagi lalu mulai runtuh kembali karena keegoisan kita yang tak pernah habis untuk di bahas.

Mungkin kau lupa bahwa kita pernah berbeda arah lalu berpisah karena keegoisan, mengikuti fikiran menapak jejak yang tak pernah terarah ntah kemana, hingga saat lelah datang melekat pada jiwa yang saat itu mulai sadarkan bahwa kita bisa lewati badai dengan menggenggam erat kepercayan bukan malah berlindung pada atap keegoisan.

Andai kau tahu

kebencian itu bagaikan bongkahan es di kutub sana kau tak perlu hitung sejak kapan bongkahan itu tercipta yang pasti kau bisa rasakan dinginya hingga dapat menbunuhmu.

ku harap kau juga tau

Dewa amor itu selalu hadir pada orang yang tepat yang mau kembali berusaha bukan untuk menyerah , selalu datang kepada orang yang mau kembali melangkah demi suatu penantian tak berujung meski jalan setapak itu begitu licin hingga membuatmu tergelincir dan terkilir.

Sayang itu bagaikan suatu kebiasaan yang selalu buatku nyaman, seperti pepatah jawa “witing tresno jalaran soko kulino” (cinta itu hadir karena kebiasaan) kau tau kan maksudnya, kau yang selalu aneh karena mungkin hanya kau yang dapat mengupas rasa sepiku karena hanya kau yang dapat menyeka sebuah luka.

Rindu itu seperti hujan,  Kata orang hujan itu turun karena langit merasa sepi dan menangis untuk hapuskan jenuhnya. Aku mencintai hujan karena hujan selalu ingatkan aku padamu. Hujan selalu berhasil  menghipnotis pendengarnya dengan membawanya ke masalalu hingga terasa semakin sesak.

Aku ingin kau ada dalam nyata bukan hanya dalam fiksi, menyeduh kopi dalam secangkir  kerinduan. Hanya suara dan wajah di balik monitor yang buat rasa rindu sedikit terobati. Dengan banyak kata yang selalu kau rangkai agar aku merasa begitu nyaman.

Aku mencintaimu dalam diam sakuraku :*

Komentar

Postingan Populer